Menelusuri Jejak KH Zainal Mustafa di Singaparna, dari Pesantren Sukamanah hingga Titik Ziarah
Singaparna menyimpan jejak perjuangan KH Zainal Mustafa, dari Pesantren Sukamanah hingga titik ziarah yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Inti Sari
- KH Zainal Mustafa adalah pahlawan nasional yang berasal dari Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya
- Pesantren Sukamanah di Singaparna menjadi pusat pendidikan dan pergerakan beliau
- Beliau memimpin perlawanan rakyat terhadap pendudukan militer Jepang pada tahun 1944
- Singaparna berstatus sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya di wilayah Tatar Pasundan
- Kompleks makam dan pesantrennya kini menjadi tujuan ziarah religi yang rutin dikunjungi
Pesantren Sukamanah: Akar Pergerakan di Tanah Pasundan
Jalan raya Singaparna ramai seperti biasa. Angkot berhenti dan berangkat, pedagang kaki lima membuka lapak, masjid-masjid mengumandangkan adzan. Tapi kalau menoleh ke arah Sukamanah, ada cerita yang tertanam dalam sejarah kecamatan ini. KH Zainal Mustafa mendirikan Pesantren Sukamanah di sini, di tanah Tatar Pasundan yang kental dengan tradisi keislaman. Pesantren itu bukan sekadar tempat ngaji. Bagi KH Zainal Mustafa, pesantren adalah panggung pergerakan. Santri datang bukan cuma belajar fiqh dan tauhid, tapi juga diajak memahami kondisi bangsa yang saat itu berada di bawah pendudukan Jepang. Singaparna sebagai ibu kota Kabupaten Tasikmalaya jadi saksi bisu bagaimana seorang kiai berdiri tegak melawan tekanan penjajah. Hari ini, Pesantren Sukamanah masih aktif. Bangunannya sudah berubah, dindingnya diperbaiki, halamannya diperluas. Tapi aura kiai dan santri yang mengisi ruang-ruang belajar tetap terasa. Peziarah yang datang biasanya singgah dulu di sini sebelum melanjutkan ke makam. Mereka duduk di serambi, menyalami pengasuh pesantren saat ini, lalu berdoa singkat sebelum beranjak.
Perlawanan 1944 dan Pengorbanan Sang Kiai
Peristiwa 1944 di Singaparna bukan dongeng yang diceritakan turun-temurun tanpa bukti. KH Zainal Mustafa bersama para santri dan rakyat setempat melakukan perlawanan terbuka terhadap militer Jepang. Latar belakangnya cukup jelas: romusha, paksaan kerja rodi, dan kebijakan militer yang merampas hak rakyat. Kiai Zainal, demikian warga Singaparna biasa menyebutnya, menolak tunduk pada tekanan itu. Perlawanan itu berbuntut penangkapan. KH Zainal Mustafa ditangkap, diadili militer Jepang, lalu dihukum mati. Pengadilan militer Jepang menjatuhkan vonis mati kepadanya. Eksekusi dilaksanakan, dan sang kiai gugur sebagai syuhada dalam pandangan masyarakat setempat. Peristiwa ini menggerakkan kesadaran banyak orang di Tasikmalaya dan sekitarnya. Kiai dari pesantren kecil di Singaparna itu diangkat menjadi pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia. Namanya kini tercatat dalam deretan tokoh yang berjuang melawan penjajahan. Di Singaparna sendiri, nama KH Zainal Mustafa diabadikan di berbagai tempat. Jalan, sekolah, dan ruang publik memakai namanya. Warga lokal tahu betul siapa beliau dan apa yang sudah diperjuangkan.
Titik Ziarah: Mengunjungi Makam KH Zainal Mustafa
Rute menuju makam KH Zainal Mustafa relatif mudah dijangkau. Singaparna terhubung jalan raya yang menghubungkan Tasikmalaya dengan daerah Priangan timur. Dari pusat kota Tasikmalaya, perjalanan darat ke Singaparna bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam, tergantung kondisi lalu lintas. Angkot dan kendaraan pribadi bisa dipakai. Kompleks makam KH Zainal Mustafa berada tak jauh dari Pesantren Sukamanah. Peziarah datang setiap hari, tapi jumlahnya memuncak menjelang hari besar Islam dan peringatan-peringatan tertentu. Mereka datang dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Bandung, bahkan dari luar Jawa Barat. Di pintu masuk kompleks, ada area parkir yang cukup luas. Penjual bunga dan air mineral berjejer di sekitarnya. Warga sekitar sudah terbiasa menerima kedatangan peziarah, jadi suasana tetap tertib. Di dalam kompleks, makam Kiai Zainal ditandai dengan batu nisan sederhana. Tidak ada hiasan berlebihan. Peziarah duduk bersila di sekitarnya, membaca tahlil, berdoa, lalu menyalami keluarga atau keturunan kiai yang biasa menjaga lokasi. Bagi banyak peziarah, kunjungan ke Singaparna bukan sekadar wisata religi. Ada rasa hormat yang dalam, ada harapan doa yang dikabulkan, dan ada kenangan tentang sosok kiai yang memilih berdiri melawan penjajah daripada diam di pesantren.
Sering Ditanyakan
Siapa KH Zainal Mustafa?
KH Zainal Mustafa adalah ulama dan pahlawan nasional asal Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, yang memimpin perlawanan rakyat terhadap pendudukan militer Jepang pada tahun 1944.
Di mana lokasi Pesantren Sukamanah?
Pesantren Sukamanah berada di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Lokasinya dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum dari pusat kota Tasikmalaya.
Bagaimana cara menuju makam KH Zainal Mustafa di Singaparna?
Makam KH Zainal Mustafa berada dekat dengan Pesantren Sukamanah di Singaparna. Dari pusat Kota Tasikmalaya, perjalanan darat kurang lebih satu jam. Angkot dan kendaraan pribadi bisa dipakai menuju lokasi.
Kapan waktu terbaik untuk berziarah ke makam KH Zainal Mustafa?
Makam KH Zainal Mustafa dapat dikunjungi setiap hari. Jumlah peziarah biasanya meningkat menjelang hari besar Islam dan pada peringatan tertentu yang berkaitan dengan perjuangan beliau.